Pernah dengar istilah “dakwah lewat film”? Nah, konsep keren ini bakal segera bisa kamu saksikan di bioskop lewat film drama terbaru berjudul Seni Merayu Tuhan.
Menariknya, film ini diangkat dari buku best seller karya Husein Ja’far Al Hadar atau yang akrab disapa Habib Jafar. Buat kamu yang sering nonton konten beliau di YouTube, kisah yang awalnya direncanakan tayang di platform digital ini akhirnya resmi melebarkan sayapnya ke layar lebar.
Mengenal Buku Seni Merayu Tuhan

Sebelum diangkat ke layar lebar, Seni Merayu Tuhan merupakan buku yang pertama kali terbit pada tahun 2019. Melalui buku ini, Husein Ja’far Al Hadar hadir dengan gaya “dakwah milenialis” yang sangat khas.
Menggunakan bahasa yang populer, santai, dan jenaka, beliau mengemas perenungan spiritual dengan segar sehingga sangat mudah dicerna oleh berbagai kelompok anak muda. Meski pembawaannya ringan, buku ini sama sekali tidak kehilangan daya nalar dan kritisnya, menjadikannya salah satu bacaan favorit yang sukses menyentuh hati banyak pembaca generasi muda.
Totalitas Habib Jafar: Kawal Naskah Sampai 14 Draf!

Karena bukunya punya kedekatan personal yang kuat dengan pembaca, Habib Jafar nggak mau setengah-setengah dalam proyek adaptasi ini. Demi memastikan pesan dan nilai-nilai asli dari bukunya tetap terjaga, beliau ikut mengawal proses penulisan skenario dari awal banget.
“Aku terlibat langsung dari awal… dari draf 1 sampai draf 14 waktu itu, aku terus hadir. Satu draf itu bisa dua hari kita meeting,” ujar Habib Jafar saat jumpa pers di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta (2/7) dikutip dari Tinemu.com
Bagi beliau, film ini bukan sekadar komersial biasa, tapi sebuah medium untuk mengajak generasi muda merenungkan kembali makna hidup—terinspirasi dari konsep buku legendaris Man’s Search for Meaning karya Viktor Frankl. Langkah ini juga merupakan buah diskusi panjang beliau bersama tokoh-tokoh besar seperti Gus Mus dan Prof. Quraish Shihab.
Sinopsis Film: Perjalanan “Hijrah” dan Titik Terendah Hikmah
Lihat postingan ini di Instagram
Diproduseri oleh Salman Aristo, film ini menerjemahkan esensi dakwah santai di bukunya ke dalam lika-liku kehidupan seorang anak muda bernama Hikmah (diperankan oleh Ari Irham).
- Si Keras Kepala yang Lupa Rumah: Awalnya, Hikmah adalah tipikal anak muda yang terlalu asyik dengan dunianya sendiri. Jarang pulang, mengabaikan pesan ibunya, dan sibuk bersenang-senang bareng pacarnya, Sophia (Lutesha). Bahkan, pas diajak salat Jumat, jawabannya enteng banget: “Sudah pernah.”
- Titik Balik: Hidup Hikmah berubah 180 derajat saat sang ibu (Rieke Diah Pitaloka) meninggal dunia. Kehilangan ini menjadi titik terendah yang memaksa Hikmah untuk kembali mencari jalan pulang ke Tuhan—meski ia sendiri sudah lupa kapan terakhir kali bersujud.
Bagi Ari Irham, karakter Hikmah ini jadi ajang eksplorasi peran yang lebih dalam dan emosional dibanding karakter-karakter romance manis yang biasa ia mainkan sebelumnya.
Kolaborasi Keren: Gabungkan Budaya Membaca dan Menonton

Selain menyajikan cerita yang dekat dengan keseharian kita, film produksi Wahana Kreator ini juga punya misi mulia untuk menggerakkan literasi. Mereka berkolaborasi strategis dengan Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) dan Mizan Pustaka selaku penerbit asli bukunya.
Lewat kolaborasi ini, diharapkan anak muda nggak cuma ramai datang ke bioskop, tapi juga kembali meramaikan perpustakaan, gemar membaca buku aslinya, dan memperluas ruang diskusi positif.
Sebelum filmnya resmi menyapa kamu di bioskop pada 13 Agustus mendatang, yuk persiapkan diri dengan menyelami lembar demi lembar kisah aslinya! Kamu bisa membaca buku Seni Merayu Tuhan terlebih dahulu untuk merasakan langsung kehangatan dakwah milenialis khas Habib Jafar.
Buku aslinya sudah bisa kamu dapatkan dengan mudah melalui Mizanstore. Selamat membaca, selamat merenung, dan sampai bertemu di bioskop bulan Agustus nanti, ya!
Awita Ekasari/Content Writer Mizanstore
Sumber: artikel diolah dari berbagai sumber dengan penyesuaian
https://www.instagram.com/p/DaDVd4Kkvx_/?img_index=3

