Di dunia yang bergerak cepat dan penuh kebisingan, kita sering terlalu fokus pada pencapaian dan target—hingga lupa bagaimana menyikapi hidup itu sendiri. Kita berlari dari satu hal ke hal lain tanpa benar-benar tahu ke mana arah yang dituju.

Buku terbaru dari Fahruddin Faiz, Seni Menyikapi Hidup, hadir sebagai sebuah jeda. Bukan sekadar tips hidup, tetapi sebuah ajakan reflektif untuk berhenti sejenak, menenangkan pikiran, dan memahami kehidupan dari sudut yang lebih dalam.

Buku ini tidak menawarkan solusi instan. Sebaliknya, ia mengajak pembaca melihat bagaimana cara kita menanggapi setiap keadaan—saat bahagia, luka, atau kehilangan—dengan kesadaran penuh. Bukan sekadar menjawab masalah, tetapi memahami apa yang membuat kita merasa resah, gundah, atau terjebak.

Fahruddin Faiz mengajak dialog dengan pemikiran para tokoh klasik dan modern seperti Erich Fromm, Ibnul Jauzi, Gandhi, Epicurus, dan Hamka.

Perpaduan Psikologi dan Spiritualitas

Salah satu keunggulan Seni Menyikapi Hidup adalah cara ia memadukan konsep psikologi dan nilai-nilai keagamaan. Ini bukan hanya tentang apa yang kita pikirkan, tetapi juga bagaimana kita merasakannya secara batiniah. Pendekatan ganda ini membantu pembaca melihat persoalan lewat dua lensa:

Psikologis: memahami emosi, trauma, dan pikiran manusia.

Spiritual: mencari makna hidup yang lebih luas daripada sekadar logika.

Perpaduan dua sisi ini membuat buku terasa lebih utuh dan memberi ruang yang lebih kaya dalam menghadapi realitas kehidupan.

Bahasa yang Sederhana dan Contoh yang Dekat

Meski mengusung tema-tema filosofis dan reflektif, Seni Menyikapi Hidup disajikan dengan bahasa yang sederhana dan bersahabat. Contoh-contoh yang digunakan dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga pembaca bukan hanya menutup buku dengan penuh pemahaman, tetapi juga merasa terlibat secara emosional.

Ini membuat buku cocok dibaca oleh siapa saja—baik yang sudah akrab dengan filsafat, maupun pembaca umum yang ingin memahami hidup lebih dalam tanpa jargon yang rumit.

Perjalanan Menuju Ketenangan Batin

Pada intinya, buku ini merupakan sebuah perjalanan lembut menuju ketenangan batin. Ia mengingatkan bahwa hidup bukan sekadar tujuan yang harus dicapai, tetapi pengalaman yang harus disikapi dengan sadar dan penuh kesadaran.

Ketika kita mampu menyikapi hidup dengan cara seperti itu, kita tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh menjadi pribadi yang lebih utuh—pribadi yang mungkin belum kita bayangkan sebelumnya.

Buku-Buku Lain dari Fahruddin Faiz yang Juga Wajib Dibaca

Jika kamu tertarik dengan Seni Menyikapi Hidup, berikut karya-karya lain dari Fahruddin Faiz yang bisa melengkapi perjalanan reflektifmu:

1. Menghilang, Menemukan Diri Sejati

Buku ini mengajak pembaca untuk berhenti sejenak dari rutinitas dan bisingnya hidup modern, lalu melangkah ke dalam diri sendiri. Lewat refleksi yang mendalam dan cerita ringan, buku ini seperti memandu pembaca menemukan makna batin yang sering terkubur oleh kebiasaan dan distraksi.

2. Filsafat Kebahagiaan

Melalui buku ini, kita akan diajak menyelami dunia filsafat untuk menemukan kebahagiaan hidup. Empat orang bijak—Plato, al-Farabi, al-Ghazali, dan Ki Ageng Suryomentaram menawarkan konsep kebahagiaan, berikut cara-cara mencapainya. Meski masing-masing mengambil pendekatan berbeda, ada beberapa kesamaan yang mencolok: bahwa orang mesti mengenal diri sendiri sebagai titik berangkat, dan orang menemukan diri sendiri sebagai titik tujuan. Mustahil orang mencapai kebahagiaan kalau tidak tahu siapa dirinya dan apa makna bahagia bagi dirinya.

3. Jatuh Cinta Kepada-Nya

Jatuh Cinta kepada-Nya adalah perjalanan menuju cinta hakiki, cinta yang mengalir dari hati yang telah melampaui keduniawian. Melalui ajaran-ajaran para sufi dan filsuf yang telah menempuh jalan ini, pembaca diajak merenungkan makna mendalam tentang cinta Ilahi dan langkah-langkah untuk menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari.

4. Mati Sebelum Mati Buka Kesadaran Hakiki

Buku ini membahas kearifan-kearifan Jawa dengan menyelami makna, menemukan hikmah serta kaitannya dengan kehidupan masa kini. Siapa pun, dari latar belakang apa pun, bisa mengambil pelajaran dan menerapkan nilai-nilai luhur di dalamnya. Ditulis oleh seorang yang ahli dalam bidang filsafat.
Berisi kumpulan tulisan pendek dengan tema-tema yang relevan dengan Islam masa kini.
Menggunakan bahasa yang mudah dipahami pembaca, meskipun berisi materi yang tergolong berat, yakni filsafat.

5. Filsafat Seni Islam: Keindahan, Makna, Dan Jalan Pulang Menuju Tuhan

Membuka perspektif baru tentang seni sebagai ekspresi spiritualitas dan tauhid. Buku ini memperkenalkan konsep “seni tauhid”, yaitu seni yang tidak hanya indah secara visual atau estetik, tetapi juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah. Bahasa yang ringan, lucu, dan akrab. Gaya penulisan Fahruddin Faiz menggabungkan kedalaman filosofis dengan bahasa yang komunikatif dan penuh humor. Ini menjadikan topik yang berat, seperti seni dan estetika Islam terasa lebih menyenangkan dan membumi.

6. Menjadi Manusia Menjadi Hamba

Buku ini membahas sekaligus fitrah kemanusiaan dan tanggung jawab kehambaan. Dengan pembahasan yang populer dan bahasa yang ringan, penulis mengajak pembaca mengenali mandat manusia di muka bumi ini: menjadi manusia, sekaligus menjadi hamba.

7. Menghilang, Menemukan Diri Sejati

Buku ini mengajak pembaca menjelajahi dan memahami diri dari berbagai perspektif, demi mendapatkan dan menghidupkan makna-makna yang menjadi kompas kita menjalani hidup. “Menghilang” bukan berarti menceraikan dunia, melainkan justru melebur, terlibat penuh ke dalam berbagai persoalannya. “Menghilang” berarti mengesampingkan ego dan kepentingan diri—menyadari sepenuhnya misi penciptaan yang diembankan kepada setiap manusia, yaitu menjadi rahmat bagi semesta.

8. Filsafat Moral

Buku ini membuka mata kita bahwa isu moral tersebut tidak sesederhana yang dibayangkan orang. Di situ ada faktor kesadaran pribadi, sistem hukum, konvensi sosial, adat dan kebiasaan, sistem pendidikan, dan sistem sosial, serta sistem keyakinan. Dari mana kita mengurainya? Ditulis dengan renyah dan mengalir—gaya khas Fahruddin Faiz—yang membuat kita asyik dan ringan dalam membacanya.

Seni Menyikapi Hidup adalah bacaan penting di era modern yang bising dan serba cepat ini. Buku ini tidak hanya membahas bagaimana menjalani hidup, tetapi mengajak kita menyikapinya dengan sadar, jernih, dan penuh kesadaran batin.

Jika kamu menikmati refleksi yang mendalam, dikemas dalam bahasa yang ramah, serta membantu menghadirkan ketenangan di tengah kegaduhan hidup, buku ini wajib masuk daftar bacaanmu.

Dan jika kamu ingin memperluas wawasan filosofi hidup, karya-karya Fahruddin Faiz lainnya bisa menjadi sahabat perjalanan batinmu. Semua bukunya tersedia di Mizanstore.com

Awita Ekasari/Content Writer Mizanstore

Bagikan ke Sekitarmu!
Seni Menyikapi Hidup: Menemukan Ketenangan Batin di Tengah Bisingnya Dunia