Lagi cari teman untuk ‘membunuh waktu’ sampai berbuka? Kami telah mengkurasi buku-buku tebal yang bakal bikin kamu lupa kalau sedang puasa.

Ada alasan kenapa kami merekomendasikan daftar ini; selain novel-novel populer yang bikin nagih, kami juga menyelipkan buku-buku agama pilihan. Jadi, sambil larut dalam alur cerita yang seru, kamu juga bisa menabung pahala dan ilmu agar Ramadan tahun ini terasa lebih berisi.

1. The Secret of Secrets (736 halaman)

Setelah 8 tahun, Dan Brown kembali lewat The Secret of Secrets, petualangan terbaru Professor Robert Langdon. Berlatar Praha, Langdon terlibat pencarian mendesak setelah Dr. Katherine Solomon—ilmuwan sekaligus kekasihnya—diculik bersama manuskrip rahasia tentang kesadaran manusia dan kehidupan setelah kematian. Di tengah kode-kode kuno, Langdon diburu sosok misterius yang terinspirasi dari mitos Golem. Dan Brown menyebut novel ini sebagai karya paling rumit dan ambisius yang pernah ia tulis.

2. Dunia Sophie (800 halaman)

Kalau kamu suka novel dan filsafat, fix kamu harus baca Dunia Sophie karya Jostein Gaarder. Dikemas bergaya cerita dari POV tokoh utama bernama Sophie. Kamu akan diajak menyelami dunia filsafat dan menemukan makna kehidupan. Melalui kisahnya, pembaca diajak mengenal Socrates sampai Sartre dengan cara yang seru dan penuh teka-teki.

3. The Great Episodes Of Muhammad Saw.: Fiqih Sirah (784 halaman)

Bagian pertama buku ini memberikan sebuah pendahuluan untuk para pembaca mengenai latar belakang yang diperlukan sebelum melanjutkan ke bagian-bagian selanjutnya. Hal-hal yang terkandung pada bagian ini antara lain adalah bagaimana pentingnya sîrah Nabi untuk memahami Islam dan bagaimana perkembangannya hingga dapat kita pahami di zaman sekarang ini. Maka dari itu, pembaca tidak perlu takut akan kebingungan ketika membaca bagian-bagian selanjutnya pada buku ini karena sang penulis telah mengulas hal-hal tersebut di bagian pendahuluan ini secara mendetail namun dengan cara yang ringan sehingga akan mudah dipahami. Sementara itu, kisah kehidupan Nabi Muhammad Saw. mulai dibahas pada bagian kedua hingga terakhir buku ini, di mana terbagi menjadi beberapa bagian yang terperinci.

4. Emma (744 halaman)

https://www.instagram.com/p/DUDF3gYE9qg/

Cantik, pintar, kaya, dan lajang, Emma Woodhouse merasa hidupnya sudah sempurna tanpa cinta atau pernikahan. Kesukaannya justru mencampuri urusan asmara orang lain. Namun saat ia mengabaikan nasihat Mr. Knightley dan mencoba menjodohkan Harriet Smith, rencananya berbalik membawa konsekuensi tak terduga. Dengan tokoh yang tidak sempurna namun memikat serta gaya jenaka dan tajam, Emma kerap dianggap sebagai karya terbaik Jane Austen.

5. Aroma Karsa (724 halaman)

dok.mizanstore

Di antara semua karya Dee Lestari, Aroma Karsa adalah salah satu yang paling kompleks. Novel ini membawa pembaca masuk ke dunia wewangian, legenda kuno, hingga perjalanan penuh misteri yang meleburkan realitas dan mitos.

Menceritakan Raras Prayagung yang menyadari bahwa Puspa Karsa yang ia kenal sebagai dongeng adalah tanaman nyata yang tersembunyi. Obsesinya memburu bunga sakti pengendali kehendak membawanya pada Jati Wesi, pemuda dengan indra penciuman luar biasa yang tumbuh di TPA Bantar Gebang dan dijuluki si Hidung Tikus. Kemampuan Jati meracik parfum memikat Raras hingga ia direkrut ke perusahaannya dan kehidupan pribadinya. Di sana, Jati bertemu Tanaya Suma, putri Raras yang memiliki kemampuan serupa. Semakin dalam keterlibatannya dengan keluarga Prayagung dan Puspa Karsa, semakin terbuka misteri tentang dirinya dan masa lalu yang tak pernah ia ketahui.

6. My Name is Red (640 halaman)

Istanbul akhir abad ke-16. Para miniaturis istana Utsmaniyah mengerjakan proyek rahasia yang dipimpin Enishte Efendi, terinspirasi teknik seni Eropa. Inovasi ini memicu kecemasan Guru Osman dan menimbulkan pertentangan di antara para seniman, hingga salah satu dari mereka ditemukan tewas secara misterius. Kembalinya Hitam, keponakan Enishte, menyeretnya ke penyelidikan tersembunyi sekaligus mempertemukannya kembali dengan Shekure, cinta lamanya.

My Name Is Red memadukan misteri pembunuhan, kisah cinta, dan perenungan filosofis tentang seni, identitas, serta benturan tradisi dan budaya—sebuah karya penting Orhan Pamuk, peraih Nobel Sastra 2006 dan pemenang IMPAC Dublin Literary Award.

7. Kita dan Mereka (672 halaman)

Agustinus Wibowo mengajak pembaca menelusuri perjalanan yang bukan hanya lintas geografis, tetapi juga pencarian identitas. Berangkat dari pengalaman pribadinya sebagai warga Indonesia keturunan Tionghoa yang pernah menghadapi diskriminasi, buku ini merangkum ekspedisi fisik, memori sejarah, dan pencarian spiritual. Melalui 13 bab, Agustinus membahas isu identitas, konflik manusia, mitos peradaban, hingga benturan ideologi global. Ditulis sebagai narasi personal yang reflektif dan menggugah, Kita dan Mereka mengajak pembaca merenungkan kompleksitas jati diri di dunia yang penuh pertentangan.

8. Supernova: Inteligensi Embun Pagi (724 halaman)

Setelah mendapat petunjuk dari ritual kuno di Lembah Urubamba, Peru, Gio berangkat ke Indonesia dan bekerja sama dengan Dimas serta Reuben untuk mengungkap sosok di balik nama Supernova. Di Bandung, pertemuan Bodhi dan Elektra membangkitkan ingatan lama tentang tempat misterius bernama Asko, sementara Zarah kembali ke Batu Luhur dan menghadapi teka-teki hilangnya sang ayah. Di sisi lain, dalam penerbangan New York–Jakarta, Alfa menerima pengakuan mengejutkan dari Kell. Perlahan, benang merah yang menghubungkan mereka terungkap, memperjelas identitas dan misi besar yang akan mengubah hidup mereka selamanya.

9. Pangeran Dari Timur (Republish) (780 halaman)

Raden Saleh, yang dipisahkan dari keluarganya di Terbaya saat masih muda, dikirim ke Belanda karena bakat melukisnya yang diakui pejabat kolonial, hingga ia menjelma pelukis besar era Romantis Eropa. Meski bertahun-tahun hidup di negeri seberang dan merasa asing di tanah kelahiran, panggilan darah Jawa tetap mengalir dalam karya-karyanya dan memicu perdebatan di kalangan seni pada masa pergerakan menuju kemerdekaan. Seabad kemudian, kisah ini bertemu dengan perjalanan hidup Syamsudin, arsitek yang menularkan kecintaannya pada seni Raden Saleh kepada Ratna Juwita, serta Syafei yang menempuh jalan perlawanan demi kemerdekaan, membentuk potret bangsa yang dipenuhi ambisi, pergolakan, dan kisah cinta yang hangat sekaligus berbahaya.

10. Muhammad Saw. Teladan Sempurna Umat Manusia: Dari Pembentuk Keyakinan Ke Pembangun Peradaban (680 halaman)

Ditulis oleh ulama otoritatif dengan latar belakang akademis yang sesuai dengan subjek kajian. Gaya bahasa yang digunakan renyah dan mudah dicerna. Buku ini adalah buku tingkat lanjut bagi yang sudah pernah membaca sirah-sirah lainnya. Sebelum menulis buku ini, penulisnya telah melakukan riset secara fisik ke situs-situs bersejarah Islam sehingga dia bisa memaparkan suatu kejadian dengan akurat. Di antara buku biografi Nabi lainnya, buku ini memiliki sumber referensi terlengkap, serta memberikan wawasan yang menyegarkan tentang kehidupan Sang Nabi Terakhir. Hasilnya? Buku ini meletakkan teladan kehidupan Sang Nabi kepada konteks zaman ini.

Ngabuburit sebenarnya bukan soal bagaimana cara membunuh waktu, tapi bagaimana mengisinya. Buku-buku tebal ini mungkin tak selesai dalam sehari, tapi setiap halaman yang dibaca bisa jadi amal kecil: menambah ilmu, memperluas empati, dan menenangkan pikiran.

Karena kadang, adzan Maghrib terdengar lebih indah…
setelah kita tenggelam dalam cerita yang tepat.

Awita Ekasari/Content Writer Mizanstore

Bagikan ke Sekitarmu!
Rekomendasi Buku Tebal 500+ Halaman untuk Teman Ngabuburit