Para pecinta buku di Indonesia akan segera disuguhkan karya terbaru dari Andrea Hirata berjudul Tak Mau Dirayu Bulan. Novel ini merupakan edisi bahasa Indonesia dari novelnya yang berjudul The Aluminum Coin.

Diangkat dari perjalanan hidupnya sendiri, novel ini menyajikan versi fiksi dari kisah Andrea yang penuh lika-liku. Sebelum dikenal sebagai salah satu pengarang paling berpengaruh di tanah air, Andrea pernah melakoni berbagai profesi dan perjuangan keras:

  • Menjadi buruh anak dan pendulang timah,
  • Sempat putus sekolah (drop out) saat SMA,
  • Bekerja sebagai kuli di toko bahan bangunan,
  • Belajar di bawah remang lampu jalanan demi menembus ujian masuk universitas negeri,
  • Hingga bekerja sebagai pegawai kantor pos.

Menariknya, Andrea sendiri sebenarnya tidak pernah bercita-cita menjadi seorang penulis. Namun, langkah awalnya di dunia literatur langsung mengukir sejarah. Novel pertamanya, Laskar Pelangi (The Rainbow Troops), sukses diterjemahkan ke puluhan bahasa asing dan menjadi buku international bestseller pertama yang lahir dari Indonesia.

Membawa Nama Indonesia di Panggung Dunia

Sebelum hadir di Indonesia, novel ini menorehkan catatan bersejarah dalam perjalanan karier kepenulisan Andrea Hirata. Edisi internasionalnya telah terbit lebih dulu dalam bahasa Arab (The Aluminum Coin, Arabic Edition) yang diterbitkan oleh Dar El-Muna—salah satu penerbit terbaik dunia—untuk diikutkan dalam ajang bergengsi Abu Dhabi International Book Fair 2026.

Mengenai pencapaian langka ini, Andrea menyampaikan rasa syukur dan kegembiraannya melalui akun instagram pribadinya:

“Ini historik pula bagiku sebagai penulis, karena novelku pertama terbit adalah edisi international-nya lebih dulu dan di-launch di International Book Fair ternama dunia, di negara asing. Aku gembira karyaku, buku Indonesia, dapat membawa nama Indonesia ke peta literatur dunia. The Aluminum Coin, Arabic Edition, published by Dar El-Muna, one of the world’s best publishers.”

Bekal Berharga untuk Pembaca dan Penulis Muda

Lewat Tak Mau Dirayu Bulan, Andrea tidak hanya menceritakan kembali rekam jejak perjuangan hidupnya. Ia juga secara terbuka membagikan refleksi serta pengalaman membaca dan menulis fiksi yang telah ia kumpulkan selama 20 tahun karier kepenulisannya.

Selama dua dekade tersebut, Andrea telah menghadiri lebih dari seribu acara buku di berbagai belahan dunia, mulai dari museum ternama Smithsonian di Amerika Serikat, kota Zurich di Eropa, hingga pulau-pulau terpencil di kawasan Pasifik. Catatan pengalaman ini menjadikan Tak Mau Dirayu Bulan sebuah bacaan yang sangat bernilai dan menginspirasi, terutama bagi para pembaca umum serta para penulis muda yang sedang merintis jalan di dunia literasi.

Kisah inspiratif ini segera bisa kamu baca dalam versi bahasa Indonesia pada Agustus 2026 ini!


Awita Ekasari/Content Writer Mizanstore

Sumber: artikel diolah dari berbagai sumber dengan penyesuaian

https://bentangpustaka.com/buku/tak-mau-dirayu-bulan

https://www.instagram.com/hirataandrea/?hl=en

Bagikan ke Sekitarmu!
Tak Mau Dirayu Bulan Segera Bisa Kamu Baca!