Hari ini, kita mengenal istilah digital nomad. Menurut artikel dari Glints, digital nomad adalah seseorang yang bekerja secara lepas, memanfaatkan teknologi, dan tidak terikat oleh satu tempat atau waktu tertentu. Selama ada jaringan internet, mereka bisa bekerja dari perpustakaan, coffee shop, bahkan pantai.
Jauh sebelum tren ini menjangkiti milenial dan Gen Z, Tan Malaka sudah lebih dulu melakukannya. Walaupun istilah digital nomad belum ada saat itu, apa yang ia jalani memiliki esensi yang sama.

1. Bekerja Secara Independen
Glints menyebutkan salah satu ciri digital nomad adalah kemandirian untuk mengerjakan sesuatu sesuai minat tanpa terikat kantor.
- Tan Malaka: Ia tidak punya kantor tetap. “Kantornya” berpindah-pindah mulai dari di Belanda, markas besar di Rusia, hingga pengasingan di Asia Tenggara. Ia menulis bukan karena perintah atasan, tapi karena visi besarnya untuk kemerdekaan. Apa yang ia hasilkan bukan kode aplikasi, melainkan gagasan besar tentang sebuah negara.
2. Memanfaatkan Teknologi pada Zamannya
Seorang digital nomad sangat bergantung pada sarana digital. Tan Malaka pun demikian, ia memaksimalkan teknologi komunikasi masanya.
- Tantangan: Tanpa laptop atau Wi-Fi, Tan menggunakan mesin ketik, surat menyurat, dan media cetak (pamflet) sebagai sarana utamanya. Jika digital nomad sekarang menggunakan VPN untuk keamanan data, Tan menggunakan puluhan nama samaran dan identitas palsu untuk “melindungi identitasnya” dari kejaran intel negara.
3. Kebebasan vs Ketidakpastian
Glints mencatat bahwa keuntungan digital nomad adalah kebebasan mengeksplorasi tempat baru, namun kontra-nya adalah penghasilan yang tidak tetap dan tempat tinggal yang selalu berpindah.
- Kehidupan Tan Malaka: Ia adalah pengelana sejati. Selama lebih dari 20 tahun (1922-1942), ia hidup berpindah-pindah dari Moskow ke Berlin, lalu ke Manila, Hong Kong, hingga Singapura. Ia merasakan kebebasan intelektual yang luar biasa, namun harus dibayar dengan hidup luntang-lantung, seringkali jatuh miskin, bahkan jatuh sakit di persembunyian demi menjaga idealismenya tetap hidup.
Daftar Buku Karya Tan Malaka



Sama seperti digital nomad sukses yang memiliki portofolio kuat, Tan Malaka meninggalkan deretan karya legendaris yang ia tulis di sela-sela perjalanannya dan masa-masa di balik jeruji besi:
- Madilog (Materialisme, Dialektika, dan Logika): Karya paling fenomenal yang ia tulis di gubuk sempit kawasan Rawajati, Jakarta. Buku ini menjadi panduan agar bangsa Indonesia berpikir rasional dan ilmiah.
- Dari Penjara ke Penjara: Sebuah autobiografi tiga jilid yang menceritakan detail petualangan dan masa tahanannya di berbagai negara. Ini adalah “catatan perjalanan” paling jujur dari seorang buronan politik.
- Naar de Republiek Indonesia (Menuju Republik Indonesia): Ditulis di Kanton (Tiongkok) pada 1925. Buku ini merupakan konsep pertama tentang “Republik Indonesia”, bahkan mendahului konsep Bung Karno dan Bung Hatta.
- Aksi Massa: Tulisan yang mengulas tentang bagaimana rakyat harus bergerak secara terorganisir untuk mencapai kemerdekaan.
- Gerpolek (Gerilya-Politik-Ekonomi): Ditulis saat ia sedang dalam tahanan di Madiun, ditulis tanpa dukungan informasi kepustakaan apa pun. la hanya mengandalkan pengetahuan, ingatan, dan semangat kepemimpinan untuk tetap memikirkan kelangsungan kemerdekaan Republik tercinta.
- Tan Malaka Pandangan Hidup: mengupas gagasan-gagasan besar tentang kebenaran, keadilan, kebebasan, dan tanggung jawab sosial, tetapi dengan gaya yang lugas, membumi, dan menyala oleh semangat perjuangan.
Menjadi digital nomad bukan hanya soal bekerja dari jarak jauh. Belajar dari Tan Malaka, menjadi “nomad” adalah soal disiplin dan dedikasi. Meski tempat tinggalnya tidak menentu, karyanya tetap lahir. Meski fasilitasnya terbatas, dampaknya abadi hingga hari ini.
Kalau Tan Malaka bisa menulis Madilog di gubuk 15 meter tanpa akses internet seperti saat ini, apa alasan kita untuk malas-malasan di meja kerja yang sudah nyaman? Baca Madilog dalam Gambar karya Tan Malaka, hadirlebih fresh dalam bentuk gambar dengan ilustrasi dan komik yang menarik! Dapatkan di Mizanstore.com
Awita Ekasari/Content Writer Mizanstore
Sumber: (diolah dengan penyesuaian)
Timeline Map Tan Malaka
https://glints.com/id/lowongan/apa-itu-digital-nomad
