Danur: Mereka Ada dan Tidak Seperti yang Kalian Duga

Apa yang terbersit dalam benak kalian ketika mendengar kata “hantu”? Seram? Menakutkan? Mengerikan? Dengarlah cerita Risa. “Mereka” itu tidak seperti yang kalian kira.

Risa adalah sosok seorang anak yang mampu melihat kehadiran mereka yang biasanya tidak bisa dilihat manusia pada umumnya. Risa kemudian menceritakan semuanya dalam Danur, bahwa pertemanan dengan makhluk yang dianggap tidak ada, sangat nyata bagi Risa.

Peter, William, Hans, Hendrick, dan Janshen adalah nama lima orang sahabat Risa. Entah masih bisa disebut orang atau tidak, kelima sahabat Risa memang sudah lama tidak menjalani “hidup” di dunia.

Awal pertemuan mereka cukup unik. Risa yang tinggal di rumah tua milik neneknya baru menyadari bahwa rumah tersebut adalah bekas peninggalan zaman Belanda. Di sana, Risa bertemu dengan teman pertamanya, Peter.

Diceritakan bahwa Risa belum lama tinggal di rumah tersebut. Risa adalah murid pindahan yang mendapat perlakuan kurang baik di sekolah karena ia anak baru. Risa berlari dari sekolah dan kembali ke rumahnya dengan tersedu-sedu. Ia naik ke loteng untuk menangis sendirian karena ia tak mau mengganggu keluarganya. Tak lama berselang, ia mendengar langkah kaki menaiki loteng. Langkah kecil dari sepatu kulit milik anak lelaki. “Risa…” anak lelaki itu memanggil. Dialah Peter, anak laki-laki Belanda, teman pertama yang menyapa Risa.

Dari pertemuannya tersebut, Risa dikenalkan dengan empat orang teman Peter, yakni William, Hans, Hendrick, dan Janshen si Ompong. Mereka berteman dan bermain selayaknya pertemanan anak-anak pada umumnya. Semua berjalan biasa saja, sampai suatu hari Risa menyadari, bahwa hanya dirinya yang bisa melihat semua sahabatnya itu.

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, bukannya menjadi takut, justru Risa semakin hari semakin akrab dengan teman-teman hantunya. Lagipula, teman-teman itu memperlakukan Risa dengan baik, tidak seperti teman-teman nyata yang sering mengejek bahwa Risa anak yang aneh.

Peter, William, Hans, Hendrick, dan Janshen begitu menyayangi Risa. Mereka saling bekerja sama jika ada hantu-hantu jahat yang coba mengganggu Risa. Mereka selalu ada untuk Risa, pagi hari maupun malah hari, mereka terus menemani Risa sepanjang hari.

Pertemanan antara dua dunia barangkali sulit untuk dianggap wajar. Bagaimana tidak? Seperti di negeri dongeng Peterpan, Peter, William, Hans, Hendrick, dan Janshen tidak pernah bertambah tua, sedangkan Risa? Semakin hari ia semakin bertumbuh menjadi anak gadis yang cantik.

risa

Risa Saraswati (instagram.com/risa_saraswati)

Risa semakin bingung tentang apa yang harus dilakukannya kini. Di satu sisi, Risa sangat menyayangi semua sahabat hantunya. Dia bahkan berusaha untuk melakukan tindakan bunuh diri dengan meminum banyak obat, melukai pergelangan tangannya, semua hal sudah ia usahakan tapi ia masih hidup hingga sekarang. Di sisi lain, ia menyadari bahwa hidupnya bukan hanya miliknya seorang dan dia tidak bisa bertindak lebih atas keadaannya kini.

Risa sudah telanjur berjanji kepada Peter, di usia ke-13 dia akan bunuh diri, tetapi pada akhirnya janji tersebut tidak bisa terlaksana. Peter marah kemudian mengajak William, Hans, Hendrick, dan Janshen untuk tidak lagi menemui Risa. Risa kini kehilangan semua sahabat karibnya.

Risa sedih dan kebingungan. Apa yang harus ia lakukan? Haruskah ia menjalani hari selayaknya orang normal pada umumnya? Haruskah Risa menutup mata batinnya agar ia tak lagi dihantui hantu-hantu lain yang kadang mengganggunya? Akan tetapi jika itu dilakukan, kemungkinan besar ia tak akan bisa lagi bertemu dengan Peter, William, Hans, Hendrick, dan Janshen. Bagaimana jika suatu saat mereka datang kembali?

Bau danur yang khas di kamar Risa membuatnya tersentak. Apakah Peter dan kawan-kawan telah kembali datang dan mau kembali berteman?

N.B. Buku Danur sedang promo, lho! Segera dapatkan bukunya dengan potongan seperempat harga, spesial di Promo Spesial Halloween.

(banner from pixabay.com)

[Hanung W L/ Copywriter Mizanstore]

Bagikan ke Sekitarmu!