Ketahui 6 Hal Ini sebelum Baca ‘Origin’ Dan Brown

Sudah baca buku Origin atau setidaknya punya niatan untuk membacanya? Buku terbaru Dan Brown ini begitu ditunggu kehadirannya di Indonesia. Kini, sebelum kamu mulai membacanya,  harus mengetahui 6 hal penting berikut sebelum mula tenggelam ketika membacanya.

1. Latar Cerita Unik: 4 Kota Berbeda dari Seluruh Spanyol

Sepanjang petualangan Robert Langdon dalam buku-buku sebelumnya, ia telah menghabiskan sebagian besar pekerjaannya untuk bertualang keliling dunia. Langdon bertualang dari Paris ke Roma, dari Roma ke Washington, D.C. Kini, novel Origin menawarkan latar baru.

ilustrasi salah satu kota di Spanyol (image from pixabay.com)

Sebuah petualangan seru menjelajahi empat kota di Spanyol. Masing-masing kota menawarkan peluang menarik untuk alur cerita. Alurnya dimulai di Museum Guggenheim di Bilbao, tempat Langdon menghadiri sebuah acara yang mengumumkan sebuah teknologi baru yang menarik. Setelah itu, Langdon pergi ke Sevilla, Barcelona, ​​dan ibukota negara itu, Madrid.

2. Tokoh Utama di Origin adalah Pendatang Baru

Novel terbaru Dan Brown ini banyak membawa kejutan baru yang seru! Origin akan memperkenalkan kita pada rekan baru dan musuh baru Langdon. Semua diawali dengan dengan presentasi dari ilmuwan komputer miliarder Edmond Kirsch, mantan murid Langdon yang menemukan teknologi baru yang misterius, namun mampu mengubah hidup umat manusia. Akan tetapi, penemuan hebat yang membahas beberapa pertanyaan religius paling mendasar yang pernah dihadapi dunia, mendadak lenyap. Segera setelah itu, Langdon dipaksa untuk melarikan diri dengan direktur museum Ambra Vidal yang cantik di sisinya saat mereka mencoba mengungkap rahasia yang akan mengubah hidup mereka selamanya.

3. Seni Modern VS Seni Kontemporer dalam Origin

Dalam novel-novel sebelumnya, terlihat bahwa hampir semua misteri berhasil dipecahkan melalui dengan cara mengungkap rahasia karya kuno dan karya pada masa Renaisans. Kini, Origin mengambil sudut pandang yang baru dan berbeda. Novel Origin lebih berfokus pada tema-tema teknologi modern, sains, dan seni yang akan membuat pembaca merenungkan apakah sains pada akhirnya akan membuat agama menjadi usang.

Dalam sebuah wawancara dengan Publishers Weekly, Brown menolak untuk menentukan secara tepat karya seni Langdon yang akan diartikan, tapi dia memberi sedikit petunjuk, mengatakan:

“Langdon adalah pengagum modernis Gauguin dan Picasso. Dalam novel ini, saat ia beralih ke dunia seni kontemporer, Langdon harus turun dari “menara gading”-nya, mengesampingkan predileks klasiknya, dan menavigasi lanskap karya Avant Garde yang menantang definisi seninya. “

4. Novel Origin Bukan Sekadar Fiksi Belaka

Seringkali kita berpikir, bagaimana mungkin seseorang mampu mengarang sebuah cerita fantasi ilmiah yang berkaitan dengan sejarah, jika semua hanya omong kosong alias fiksi belaka? Paling tidak, tentu ada sedikit banyak cerita yang berdasarkan fakta. Bagaimana dengan kebenaran fakta dari novel Origin?

Dan Brown sebagai penulisnya memang tak pernah main-main dalam menuliskannya. Ia bahkan memnaggil tim pencari fakta sejarah untuk membuktikan bahwa segala hal  yang tercakup dalam seri Brown adalah benar. Dia mengatakan kepada Publishers Weekly:

“Mengingat perlu waktu bertahun-tahun untuk mengumpulkan semua fakta di buku saya, ini adalah tugas yang menakutkan bagi para pemeriksa fakta untuk meninjau semua materi itu dalam hitungan minggu. Mereka mengatakan bahwa sangat menyenangkan belajar tentang lokasi eksotis dan sejarah esoteris. Dan, ya, mereka selalu mampu menangkap beberapa hal yang menyelinap melalui celah selama proses penulisan, jadi saya sangat berterima kasih pada mereka. “

5. Jaminan Kepuasan Bagi Pembaca Origin

Kritikus percaya bahwa novel Origin mampu menyenangkan seluruh penggemar Dan Brown. Pendapat ini dilansir langsung dari USA Today yang mengatakan,

“Penggemar setia dari … globetrotting symbologist Robert Langdon tidak diragukan lagi akan senang dengan buku kelima dalam serial ini. The New York Times menulis, “Pembaca akan menemukan di dalamnya pusaran gagasan besar dan tindakan tanpa henti, sehingga orang-orang yang tidak terpesona oleh pengetahuan dapat menemukan kelegaan dalam plot, dan sebaliknya.” Globe and Mail menambahkan , “[Ini] mungkin akan memuaskan pembaca yang sama yang menyukai karya Brown.”

6. Tom Hanks akan Kembali Memerankan Robert Langdon dalam Film Origin

Bukan rahasia bahwa cerita yang ditulis Dan Brown tidak hanya menarik dalam buku, tetapi juga menarik ketika diangkat ke layar lebar. Tokoh Robert Langdon begitu apik ketika dimainkan oleh Tom Hanks mengundang pertanyaan penonton, akankah Hanks kembali memerankan Langdon di Origin, jika suatu saat buku ini difilmkan?

Seperti yang kita ketahui, aktor Tom Hanks telah memerankan tokoh Langdon dalam tiga film berdasarkan buku Brown: The Da Vinci Code (2006), Angels & Demons (2009), dan Inferno (2016). Hanks yang begitu menikmati perannya kelihatannya dengan senang hati, dia dapat menampilkan kembali perannya dalam versi film Origin.

Akankah Hanks Kembali Memerankan Langdon? (image from https://boingboing.net)

Ketika berbicara tentang mengapa dia dan sutradara Ron Howard tidak mengadaptasi The Lost Symbol, Hanks mengaitkan pertanyaan itu, menjawab, “Dan Brown, yang sangat tertutup, sedang mengerjakan banyak pekerjaan lain. Kami tidak tahu apakah nantinya kita akan memainkannya dalam film—atau jika kita ingin, melompat ke atasnya langsung ke buku ke-5, Origin) atau tidak. Kita lihat saja nanti.”

Jadi, dengan membaca 6 hal ini, sudah membuatmu tertarik untuk segera membaca Origin?

(sumber: 6 Things to Know About Dan Brown’s ‘Origin’ dengan penyesuaian)

[Hanung W L/Copywriter Mizanstore]

Bagikan ke Sekitarmu!