Setiap tanggal 21 April kita selalu memperingati Hari Kartini. Hari Kartini diperingati sebagai bentuk dedikasi kita untuk salah satu pahlawan nasional wanita Indonesia, yaitu Raden Ajeng Kartini yang selama hidupnya, selalu menjadi sosok pahlawan perempuan yang banyak menginspirasi serta gigih memperjuangkan emansipasi terhadap wanita.

Tentunya, kita sebagai generasi penerus perjuangan Kartini, harus terus bergerak bersama untuk mencapai kesetaraan yang diperjuangkan oleh Kartini, terutama dalam dunia literasi dan pendidikan.

Nah, memperingati Hari Kartini, Mizanstore punya beberapa sosok wanita yang giat bergerak dalam dunia literasi Indonesia. Bahkan, beberapa di antaranya sampai menjadi perwakilan dalam kegiatan literasi internasional, seperti London Book Fair pada Maret lalu. Siapa saja mereka? Berikut ulasannya! 

 

1. Dee Lestari

Dewi Lestari atau yang akrab disapa Dee Lestari ini telah menulis banyak buku yang menjadi best seller dan mendapat apresiasi di berbagai ajang penghargaan. Bahkan, baru-baru ini ia juga ditunjuk sebagai salah satu perwakilan dari 12 penulis yang ikut mewakili Indonesia dalam London Book Fair 2019 pada Maret lalu. Selain itu, ia juga pernah mendapatkan penghargaan “Book of The Year” di ajang IKAPI Awards tahun 2016 dan 2018 untuk buku-bukunya yang berjudul Intelegensi Embun Pagi dan Aroma Karsa. Kamu juga bisa membaca buku-buku Dee Lestari yang lainnya, seperti Perahu Kertas, Supernova, Madre, Rectoverso, dan yang sebentar lagi akan terbit berjudul “Di Balik Tirai”.

 

2.Laksmi Pamuntjak

Wanita kelahiran Desember 1971 ini merupakan seorang novelis, jurnalis, sekaligus penulis dalam bidang food blogger. Laksmi Pamuntjak juga termasuk dari 12 penulis yang mewakili Indonesia dalam London Book Fair 2019.  Bukunya yang berjudul Amba telah diterjemahkan dalam bahasa Jerman dengan judul ‘Alle Farben Rot’. Tahun 2015 Amba berhasil menorehkan sejarah dengan mendapatkan predikat pertama di daftar sastra Weltempfaenger sebagai karya internasional terbaik paruh tahun kedua yang diterjemahkan dalam bahasa Jerman. Selain itu, novel Amba juga berhasil meraih penghargaan bergengsi bernama Liberaturpreis di Jerman,  penghargaan yang diselenggarakan lembaga Lit Prom pada 2016 lalu. Novel keduanya yang berjudul Aruna dan Lidahnya juga sukses diangkat ke layar lebar pada September 2018 dan telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris dengan judul The Birdwoman’s Palate. 

laksmipamuntjak.com/

 

3. Trinity

Siapa yang tidak tahu sosok traveler wanita ini? Aktif menulis sebagai travel blogger dalam situs pribadinya bernama The Naked Traveler. Selain sibuk jalan-jalan mengunjungi berbagai tempat di dunia dan menulis di blognya. Trinity juga telah menerbitkan banyak bukunya yang laris manis dan sukses di pasaran. Bahkan bukunya yang berjudul The Naked Traveler 1 telah diadaptasi menjadi sebuah film layar lebar dengan menggandeng Maudy Ayunda sebagai pemeran utamanya. Oh iya! Buku The Naked Traveler sendiri saat ini sudah memasuki seri kedelapan loh teman-teman. Sudah terbit pada Desember 2018 lalu dan mendapat antusias yang begitu besar dari para pembaca setianya. Selain itu, karena kesenangannya terhadap kegiatan traveling, ia juga dinobatkan sebagai Leading Travel Writer dalam Indonesia Travel and Tourism Awards pada Oktober 2010 lalu. Hebatnya lagi Trinity juga terpiliih sebagai 5 orang penting dalam dunia pariwisata Indonesia oleh Detik Travel Reader’s Choice 2014. Keren banget ya prestasinya?

View this post on Instagram

I'm in the country #89: Bosnia & Herzegovina! And posing at this gorgeous turquoise water Pliva Lake with my uber-cool @rayban sunglasses from @optikseis! 💕 _ If you think the country is at war then you're wrong. The Bosnian war ended in 1995 or 24 years ago. It's totally safe now to travel around in this beautiful and historical country, plus cheaper than western European countries. _ For Indonesian passport holders, you can visit Bosnia if you have a valid multiple entry Schengen or US visa. If none, apply to the Embassy in Jakarta. _ Ayo tag teman kamu yg mau traveling bareng ke Bosnia! *Cowok2nya kece2 lho! #eaaa _ #plivalake #lake #bosniaherzegovina #goingplacestogether #rayban #optikseis #TNTbosnia

A post shared by Trinity (@trinitytraveler) on

4. Ika Natassa

Tak mau kalah dengan yang lainnya, Ika Natassa juga telah menerbitkan banyak buku-bukunya, sebut saja seperti Divortiare (2008), Underground (2010), Antologi Rasa (2011), Twivortiare (2012), dan Twivortiare 2 (2014), dan Critical Eleven (2015). Ika Natassa juga masuk dalam nominasi Talented Young Writer  dalam ajang Khatulistiwa Literary Award di tahun 2008. Novelnya yang berjudul Critical Eleven diadaptasi menjadi sebuah film layar lebar dan sukses meraih perhatian dengan meraup hampir 800 ribu penonton. Selain sebagai penulis, Ika Natassa rupanya juga seorang pendiri dari LitBox. LitBox adalah sebuah konsep memperkenalkan kepada pembaca di Indonesia dengan tujuan untuk memberikan pembaca dengan buku buku yang direkomendasikan, hal ini membantu penulis menjadi terkenal dan penerbit dapat membantu mempromosikan penulis ke pasaran.

twitter/IkaNatassa

5. Nh. Dini

Kepergiannya Sastrawan dan novelis bernama lengkap Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin atau yang lebih dikenal dengan nama Nh.Dini pada Desember 2018 lalu telah melahirkan banyak karya populer, seperti Pada Sebuah Kapal (1972), Keberangkatan, La Barka (1975) atau Namaku Hiroko (1977), Orang-orang Tran (1983), Pertemuan Dua Hati (1986), Hati yang Damai (1998), belum termasuk tulisan dalam bentuk kumpulan cerpen, novelet, atau cerita kenangan yang tentunya semakin memperkaya literasi bangsa. Semasa hidupnya, Nh. Dini  kerap mengangkat masalah isu fenimisme, sorotan tokoh perempuan terhadap prasangka gender serta bagimana idealnya perempuan dalam novelnya. Di tahun 2017 lalu, Nh. Dini mendapat penghargaan Lifetime Achievement Award Ubud Writers & Readers Festival  (UWRF). 

http://aceh.tribunnews.com

 

6. Alberthiene Endah

Pernah menonton film Athirah? Athirah merupakan adaptasi buku karya Alberthiene Endah. Alberthiene Endah adalah seorang penulis yang terkenal menghasilkan buku-buku biografi. Tercatat, sudah lebih dari 10 buku biografi yang ditulisnya, seperti Jokowi: Menuju Cahaya, Passion of My Life Ciputra, Ani Yudhoyono : Kepak Sayap Putri Prajurit, Merry Riana : Mimpi Sejuta Dolar, The Last Word of Chrisye, dan masih banyak lainnya.

mediaindonesia.com

 

Bagaimana? Hebat banget kan sosok para wanita inspiratif ini? Melalui karya-karya yang ditulis, mereka mampu mengharumkan nama bangsa di bidang literasi. Layaknya Kartini yang kala itu tidak berhenti menulis untuk menyebarkan gagasan-gagasannya kepada dunia melalui tulisan-tulisannya.

Selain  6 wanita ini, masih banyak Kartini masa kini lainnya yang juga nggak kalah hebat menghasilkan karya-karya mereka, khususnya di bidang literasi. Kalau menurut kamu siapa lagi?

Awita Ekasari/Mizanstore

 

Bagikan ke Sekitarmu!
6 Sosok Kartini Masa Kini dalam Dunia Literasi
Tag pada: