Buku Pilihan Editor November 2018

“Karena penulis tak berbakat mudah mendapat tempat di hati pembaca yang tak tau membaca”.

– T. Alias Taib, Seberkas Kunci

Ayo mulai membaca dari sekarang! Tapi jika kalian masih bingung buku apa yang kira-kira menarik di bulan ini, maka pilihan editor di bulan Oktober ini semoga bisa menjawab kebingungan kalian.

  1. Islamofobia (Karen Amstrong, John L. Esposito, Abdul Malik, Tariq Ramadhan, Pilar Muhammad Pabottingi)

Kondisi umat Muslim saat ini yang telah disamaratakan oleh ekstremisme militant dan terorisme diakibatkan oleh Islamofobia yang sekarang ini sedang marak. Karen Armstrong, dkk akan mengajak kita untuk mengkaji lebih dalam lagi cikal bakal ketakutan Dunia Barat terhadap Islam. Hai ini bertujuan agar para pembacanya bisa berfikiran lebih terbuka dan lebih bijak lagi dalam menghadapi Islamofobia.

 

 

 

2. Purpose (Alamanda Shantika)

Siapa yang tak tahu GoJek, aplikasi karya anak negeri ini sudah dinikmati oleh berjuta-juta orang di Indonesia. Salah satu orang di balik keberhasilannya adalah Alamanda Shantika. Ala (panggilan Alamanda) si emak-nya GoJek ini, memutuskan untuk hengkang dari GoJek setelah 2 tahun. Rupanya, Alamanda memiliki mimpi dan visinya sendiri, sesuatu yang dia angankan sejak kecil: berkecimpung di dunia edukasi untuk berbagi ilmu, terutama membagikan ilmu yang sudah dia dapat di Go-Jek untuk membantu mewujudkan Indonesia digital. Melalui buku ini, kita diajak menelusuri pikiran seorang Alamanda. Tentang pendapatnya mengenai kehidupan. Tentangnya yang kini begitu getol menyebarkan arti pentingnya kolaborasi, menikmati proses tumbuh bersama, serta menjadikan empati sebagai kunci sukses untuk masa depan.

  1. Dokter yang Dirindukan (Asma Nadia, Dr. Anwar Fazal, dkk)

“Setiap diagnosis itu hakikatnya datang dari-Nya, dan dokter hanyalah perantara”.

Buku terbaik MPH 2014-2015 ini telah terjual lebih dari 100.000 eksemplar di Malaysia. Buku yang berjudul Dokter yang Dirindukan ini merupakan kompilasi kisah-kisah terbaik dari seri bestseller novel DIAgnosis di Malaysia yang telah memenangkan banyak penghargaan di sana. DIAgnosis adalah pengalaman yang dikutip dalam kehidupan sehari-hari para dokter di rumah sakit.

Pasti menarik yaa palagi buat kalian yang waktu kecil kalo ditanya cita-citanya mau jadi apa jawabnya pasti “JADI DOKTER!!!” hihihihi\

 

  1. Aruna dan Lidahnya (Laksmi Pamuntjak)

Tiga orang sahabat yang memiliki latar belakang profesi yang berbeda-beda namun terobsesi pada hal yang sama, yaitu MAKAN. Suatu ketika Aruna, wanita 35 tahun yang berprofesi sebagai epidemiologist ditugaskan untuk menyelidiki kasus flu unggas yang terjadi di depan kantor Seputar Indonesia.

Kisah dalam novel berjudul Aruna dan Lidahnya belum lama ini diangkat ke layar lebar dan mendapatkan respon yang sangat baik, lho! Ceritanya tak hanya menghidangkan betapa kayanya kuliner khas Indonesia yang super enak-enak dan bikin ngeces. Novel ini juga akan dibumbui dengan politik, agama, sejarah lokal, dan realitas sosial cinta, pertemanan dan perbedaan. Seru, nih kayanya!

 

  1. Caraval #2 Legendary (Stephanie Garber)

Hati untuk dilindungi. Hutang untuk dibayar. Permainan untuk dimenangkan.

Seri ke-2 Caraval kini telah terbit! Bercerita tentang perjanjian berbahaya antara Tella dan seorang kriminal misterius demi menemukan sang ibu. Sebagai gantinya, Tella harus menyerahkan nama asli Legend, sang Master Caraval. Berusaha sekuat tenaga memenangi Caraval ini, Tella mempertaruhkan banyak hal hingga nyawanya dan harus melawan rayuan Dante, lelaki yang akan menghalanginya untuk mencapi tujuannya mengikuti permainan ini.

Caraval yang kali ini, bukan lagi sekedar permainan.

 

  1. Political Personal Branding (Silih Agung Wasesa)

Personal Branding, hanya frasa inilah yang mesti disiapkan sejak awal jika anda ingin memenangi Pemilu. Sedangkan Political Personal Branding merupakan sebuah pencitraan pribadi yang mewakili serangkaian keahlian suatu ide cemerlang, sebuah sistem kepercayaan dan persamaan nilai yang dianggap menarik oleh orang lain, terutama pada ruang lingkup politik.

Sebagaimana kita tau kondisi politik Indoneia saat ini sedang memanas. Mulai dari calon anggota yang mewakili tiap daerah sampai calon presiden pun tak luput dari perhatian kita semua.  Mungkin buku ini memang cocok untuk dibaca saat ini karena apa yang diuraikan pada buku ini sesuai dengan kondisi politik di Indonesia. Selain ditujukan untuk para calon pemimpin yang sedang mencalonkan diri, buku ini bisa juga loh buat bacaan para pemilihnya supaya tau calon pemimpin yang mana sih yang kampanyenya bijaksana dan mana yang cuma menghambur-hamburkan uang?

  1. Pemimping yang Tuhan (Emha Ainun Najib)

Di tahun politik ini kita semua kerap kali dihadapkan dengan pertanyaan yang selalu sama namun dari orang-orang yang berbeda “Pemilu nanti kamu pilih siapa?” Semakin mendekati Pemilu, Negara ini pun menjadi semakin panas. Banyak kerabat yang akhirnya saling bermusuhan karena berbeda pilihan.

Padahal Indonesia menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika dan sedari kecil kita semua telah ditanamkan rasa untuk saling menghargai pilihan orang lain. Tapi kok beda pilihan presiden aja sampai pada bermusuhan gitu ya? hmmmm…

Melalui Pemimpin yang “Tuhan”, Emha Ainun Najib mengajak kita untuk bersikap lebih bijaksana dan berhati-hati. Tak hanya pada pemimpin yang zalim, namun kita juga harus berhati-hati agar tidak menjadi rakyat yang zalim.

  1. Muhammad Nabi Cinta (Craig Considine)

Buku yang berjudul Muhammad Nabi Cinta ini adalah kumpulan catatan Dr. Craig Considine, seorang Nasrani yang juga dosen Sosiologi di Rice University Amerika Serikat, tentang Rasulullah SAW. dan Islam. Di Tengah kecenderungan sebagai muslim yang memilih jalan kekerasan, buku ini dapat menjadi referensi dari sepasang mata baru dan segar tentang Islam sejati, Islam yang rahmatan lil ‘alaamin. 

Bukunya mantap nih, buat dibaca oleh orang-orang yang antipati sama umat Muslim. Tapi cocok juga, lho, dibaca sama umat Muslim supaya tidak berkecil hati mengenai pandangan orang-orang yang anti Muslim.

 

  1. Write Me His Story (Ary Nilandry)

“Ceritanya bikin hati terenyuh. Mengungkap pergolakan batin seorang laki-laki dalam menghadapi kelemahan terbesarnya. Wynter … menunjukkan kepada kita makna cinta dan persahabatan. Very recommended.” -Katakokoh, Penulis Novel Best Seller Senior.

Salah satu testimoni pembaca Write Me His Story  yang juga penulis serial Senior. Sosok lelaki yang biasanya digambarkan sebagai sosok yang dingin, tak teraba bagaimana hatinya namun pada novel ini justru mengungkap bahwa sesungguhnya sosok lelaki pun juga berperang terhadap perasaannya sendiri.

Dilansir dari laman www.goodreads.com, buku ini mendapatkan taring 4,83 dimana angka ini mendekati nilai tertinggi penilaian, sudah dipastikan buku ini memang sangat menarik yaa. Ngebayanginnya aja udah gemes banget yaa… Kayaknya ini cocok nih buat memantik semangat membaca kita di bulan ini. Hihihi…

  1. Hit Refresh (Satya Nadella, Greg Shaw & Jill Traice Nichols)

Buku ini merupakan ‘Seri Innovator’ dari penerbit Bentang Pustaka. Sebuah buku berjudul Hit Refresh yang berisikan tentang transformasi terbesar yang tengah berlangsung dalam tubuh Microsoft di bawah kepemimpinan Satya Nandella, sang CEO. Di tangan Nandella, Microsoft mengubah fokusnya dari sekedar perusahaan pencari keuntungan menjadi perusahaan humanis yang berkontribusi bagi masa depan umat manusia. Kelihatannya menarik yaa, Microsoft yang biasanya cenderung ke Bill Gates ternyata ada sosok Satya Nandella yang ternyata sama berpengaruhnya bagi kemajuan Microsoft sekarang ini.

 

Buku-buku pilihan edisi bulan November 2018 ini sebagian memang sedikit berbeda. Mengingat sekarang ini kita tengah menghadapi tahun politik maka editor ingin mereferensikan buku yang sekiranya cocok untuk kondisi saat ini dan yang sekiranya juga mampu menjadikan kita pembaca yang cerdas dan bijaksana.

(Nabilla/Mizanstore)

 

Bagikan ke Sekitarmu!