Belajar Kegigihan dari CEO Air Asia, Tony Fernandes

Beranilah bermimpi karena sebagian impian bisa menjadi kenyataan

-Tony Fernandes-

Itulah salah satu pesan yang selalu dipegangnya sedari kecil hingga kini. Anthony Francis Fernandes atau yang dikenal dengan nama Tony Fernandes ini merupakan CEO dari salah satu maskapai penerbangan murah yang berpusat di Kuala Lumpur, Malaysia. Ya, apalagi kalau bukan Air Asia.

Namun, menjadikan Air Asia sebagai perusahaan penerbangan bertarif rendah terbesar dan terpercaya hingga bisa dikenal di seluruh dunia, rupanya tidaklah mudah. Jatuh bangun ia alami demi membangun kepercayaan para konsumennya.

 

Cita-Cita yang Ditanamkan Sejak Kecil

Berawal dari keresahannya saat menempuh pendidikan di London School, mengambil jurusan Ekonomi, saat itu ia kesulitan untuk pulang karena harga tiket yang sangat mahal. Dari situlah muncul ide untuk membangun maskapai penerbangan jarak jauh dengan tarif yang rendah.

Ide tersebut sebenarnya adalah salah satu cita-citanya yang diidamkan sedari kecil. Saat itu, ia pernah menceritakan mimpinya untuk memiliki perusahaan penerbangan sendiri pada ayahnya.

 

Keluar dari Zona Nyaman

Awalnya Tony Fernandes adalah seorang direktur manajer termuda di Warner Music (Malaysia) Sdn Bhd. Lalu pada tahun 1992-2001 dia pun naik menjadi wakil presiden Warner Music Group Asia Tenggara hingga bergabung dengan America Online. Akhirnya, untuk mewujudkan cita-citanya, tepat di tahun 2001 lalu, Tony meninggalkan perusahaan tersebut dan memberanikan diri membeli Air Asia dari pemerintah Malaysia dengan harga simbolik hanya 1 ringgit saja. Saat itu, ia sampai menjual segala aset yang ia punya untuk membenahi Air Asia.

 

Berani Mengambil Tantangan

Saat membeli Air Asia kala itu, maskapai tersebut sedang mengalami tanggungan yang besar, ditambah lagi adanya kejadian serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat yang menyebabkan orang malas untuk berpergian menggunakan maskapai penerbangan.

Namun, Tony Fernandes tidak patah arang. Dengan semangat dan kegigihannya ia dapat mengambil kepercayaan para konsumen hingga dalam kurun waktu 2 tahun, AirAsia mampu menyelesaikan seluruh utang sebelumnya dan tidak lagi mengalami kerugian.

Hingga akhirnya Air Asia kini  memiliki sekitar 86 pesawat yang menerbangkan sekitar 30 juta orang ke seluruh dunia. Selain itu, Air Asia juga memperluas jangkauan dengan melayani penerbangan jarak jauh. Beberapa jaringan rute, seperti di Indonesia, Arab Saudi, Jepang, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Vietnam serta rute carter menuju Cina dan Hong Kong.

 

Baca Kisahnya dalam Buku Flying High

Dalam bukunya yang berjudul Flying High, ia bercerita bahwa saat itu maskapai membutuhkan kendaraan untuk mengangkut barang-barang ke kabin dengan harga yang sangat mahal, yaitu satu juta dolar. Saat itu, Tony mengaku hampir sakit pinggang gara-gara memasukkan barang-barang secara manual.

Nah, itulah beberapa hal tentang bagaimana perjuangan dan kisah Tony Fernandes dalam merintis maskapai penerbangan Air Asia hingga bisa menjadi salah satu perusahaan yang patut diacungi jempol. Mau tahu lebih lanjut cerita dan sisi lain dari seorang Tony Fernandes? Bisa kamu baca selengkapnya dalam buku Flying High yang saat ini sedang Pre Order di Mizanstore.com. 

Buku Flying High juga mendapat rating yang sangat memuaskan dalam situs goodreads.com dengan perolehan rating mencapai 4.31 dari 5 poin dan meraih angka 97% untuk orang menyukai buku ini. Bagaimana? Semakin yakin untuk membaca kisahnya? Buku ini sangat menginspirasi sekali  teman-teman. Melalui buku ini kita diajarkan untuk tidak takut bermimpi serta gigih meraih apa yang telah diimpikan dan cita-citakan. Beli sekarang hanya di Mizanstore.com

 

 

Diolah dari berbagai sumber

Awita Ekasari/Mizanstore

 

Bagikan ke Sekitarmu!