Puisi adalah salah satu bentuk media untuk menyuarakan pendapat dan gagasan melalui rangkaian kata-kata indah. Puisi tak melulu soal cinta, banyak juga puisi yang hadir sebagai wujud protes, sebut saja seperti puisi-puisi karya sastrawan Widji Tukul, W.S.Rendra, hingga Chairil Anwar. Para sastrawan legendaris tersebut tentunya akan terus dikenang melalui puisi-puisi yang dibuatnya, khususnya terhadap karya-karya yang sangat berpengaruh terhadap kesusasteraan Tanah Air.

Karya-karya sastra mereka memang akan terus abadi, namun dibutuhkan generasi muda agar semakin banyak lahir puisi, sajak, dan prosa yang menghiasi dunia literasi di Indonesia.

Nah, untuk memperingati Hari Puisi Nasional yang jatuh tiap tanggal 28 April ini, berikut ada 5 sastrawan muda Indonesia dengan karya sastranya yang menjadi favorit para millenials saat ini.

1. Bernard Batubara

hai, kamu.
Jatuh cintalah segera dengan seseorang.
aku? aku tidak terburu-buru.
Pasti ada yang lebih baik dariku.
Kamu akan menemukannya dengan mudah.
aku? aku nanti-nanti saja.
Ruang hatiku masih penuh denganmu.
-Residu-

 

Itulah sepenggal bait puisi yang terdapat dalam bukunya yang berjudul Residu. Bernard Batubara atau yang lebih dikenal dengan nama Benzbara ini telah aktif menulis sejak tahun 2007. Beberapa puisinya lainnya juga tertuang dalam buku-bukunya yang berjudul Angsa-Angsa Ketapang, Luka dalam Bara, Elegi Rinaldo, dan masih banyak lainnya.

 

 

2. Aan Mansyur

Tidak ada New York hari ini.
Tidak ada New York kemarin.
Aku sendiri dan tidak berada di sini.
Semua orang adalah orang lain.
-Aan mansyur-

 

Pasti kalian merasa familiar kan dengan bait puisi di atas? Itu loh, puisi yang ada di film Ada Apa dengan Cinta 2.  Nah, Aan Mansyur inilah sang penyairnya. Aan mencintai diksi dan pemahamannya tentang itu membuat puisi-puisinya menjadi kaya akan pilihan kata. Kamu yang ingin melihat karya-karya puisi Aan lainnya, bisa baca dalam bukunya yang berjudul Tidak Ada New York Hari Ini, Melihat Api Bekerja, Cinta yang Marah, dan Lelaki Terakhir yang Menangis di Bumi.

 

 

3. Fiersa Besari

 

Aku biarlah seperti bumi
Menopang meski diinjak,
Memberi mesti dihujani,
Diam meski dipanasi,
Sampai kau sadar,
Jika aku hancur, kau juga
-Fiersa Besari-

 

Itulah bait puisi karya Fiersa Besari yang ada di dalam bukunya berjudul Garis Waktu. Fiersa Besari atau yang akrab disapa Bung Fiersa memang aktif dalam dunia tulis-menulis. Terbukti ia telah menerbitkan 5 judul buku yang semuanya sukses meraih perhatian generasi millenials, sebut saja seperti Albuk:11:11, Konspirasi Alam Semesta, Arah Langkah, dan Catatan Juang. Fiersa memang salah satu sastrawan muda yang juga merangkap sebagai seorang musisi, lagu-lagunya pun juga cukup dikenal dan mendapat tempat tersendiri bagi para pendengarnya.

 

4. J.S. Khairen

Aneka rasa tumpah dari langit.
Cemas dan rindu tanpa bisa kucegah
Rasa yang begitu besar, yang melenyapkan rasa lainnya
-J.S.Khairen-

 

Terkenal dengan nama pena J.S.Khairen, puisi-puisi yang diselipkan dalam buku-buku karangannya rupanya berhasil menjadi daya tarik tersendiri bagi para pembacanya. Tak jarang juga ia membagikannya dalam secarik kertas kemudian diunggahnya dalam akun instagram pribadinya. Buat kamu yang mau membaca puisi-puisi J.S.Khairen lainnya, bisa langsung baca dalam bukunya yang berjudul Rinduku Sederas Hujan Sore Itu.

 

5. Faisal Oddang

Kenapa kau dan dua orang selain dirimu tidak menjawab pertanyaanku?
Apakah menuntut kebenaran melalui sejumlah pertanyaan hanya akan berakhir dengan pertanyaan itu sendiri?
-Faisal Oddang-

Itulah salah satu kutipan puisi yang terdapat dalam buku Manurung: 13 Pertanyaan untuk 3 Nama. Faisal Oddang memang salah satu sastrawan muda yang mumpuni, terbukti bukunya yang berjudul Hanya Kamu yang Tahu Berapa Lama Lagi Aku Harus Menunggu berhasil masuk nominasi 5 besar di ajang Penghargaan Kusala Khatulistiwa tahun 2014. Kamu yang ingin membaca puisi-puisi Oddang lainnya, bisa temui dalam buku Perkabungan Untuk Cinta.

 

Yuk! Segera miliki buku-buku dari 5 sastrawan muda ini dan larut dalam rangkaian puisi dan prosa yang mereka buat. Nah, kalau dari kelima sastrawan muda ini, mana yang paling jadi favoritmu?

Mau siapapun itu, yang jelas nama-nama di atas telah berhasil membuat karya sastra yang semakin memperkaya dunia literasi Indonesia. Maju terus! Semoga semakin banyak lagi sastrawan dan penyair muda di Indonesia yang bisa terus berkarya melahirkan karya puisi untuk bangsa. Selamat Hari Puisi Nasional !

 

Awita Ekasari/Mizanstore

 

Bagikan ke Sekitarmu!
Bikin Baper! Inilah 5 Karya Puisi Sastrawan Muda Indonesia