Abu Zaid Abdurrahman bin Muhammad atau yang biasa dikenal dengan Ibnu Khaldun adalah seorang ilmuan muslim yang hidup pada abad ke-14. Dirinya dikenal karena karya terbaiknya hingga saat ini yaitu Muqaddimah. Ditulis sekitar tahun 1300 M, Muqaddimah merupakan pendahuluan dalam kitabnya yang berjilid-jilid mengenai bangsa Arab. Pendahuluan ini lalu dijadikan buku tersendiri yang terdiri dari 6 bagian, Muqaddimah mengulas sejarah peradaban, hukum-hukum sosial, dan berbagai aspek geografi, politik, budaya, hingga perkembangan ilmu pengetahuan. Bahkan, tulisannya masih relevan hingga saat ini.

sumber: wikipedia.org

Pembahasan dalam Muqaddimah sudah lebih dulu ada jauh sebelum para pemikir barat seperti Adam Smith, Karl Marx, Auguste Comte menemukan teori-teori sosial. Ibnu Khaldun merupakan bapak sejarah, sosiologi, dan ekonomi. Bahkan banyak para ilmuwan saat ini mengakui bahwa buku Muqaddimah merupakan hasil karya yang sangat besar dan tak lekang oleh waktu. Tidak diragukan lagi, Muqaddimah menjadi bacaan wajib para tokoh dunia termasuk Mark Zuckerberg sang penemu facebook.

Dari Muqaddimah, Ibnu Khaldun mengajarkan untuk menelaah dan membaca pola sejarah sebagai cara menyelesaikan masalah pada saat ini. Kita juga dapat belajar agar dapat menghasilkan karya terbaik. Jadi, pelajaran apa saja yang bisa kita petik dari karya fenomenal Ibnu Khaldun?

 

1. Motivasikan untuk menghasilkan karya terbaik

Biasanya seseorang menulis karena ingin sukses. Standar kesuksesan yang digunakan adalah bisa menjadi kaya dari royalti penulisan yang didapatkan serta ketenaran yang melambungkan namanya. Nyatanya, akan lebih membanggakan jika karyamu diingat sejarah dan bermanfaat bagi banyak generasi. Jadi, beri motivasi pada diri kamu ketika menulis bukan untuk ketenaran dan uang. Anggap saja itu hanyalah bonus yang akan kamu nikmati dari hasil jerih payah membuat karya yang menakjubkan.

sumber: unsplash


2. Haus akan ilmu

Sebagai penulis, selalu ingin tahu ilmu baru tentu sangat berguna. Selain memudahkan menuangkan gagasan dan memperluas pengetahuan. Jika melihat Ibnu Khaldun, motivasi menulis yang dilakukan bukan sekedar untuk ketenaran dan uang. Akan tetapi, untuk menambah ilmu pengetahuan dan menunjukkan keinginan dalam memperbaiki generasi selanjutnya sebagai bentuk jawab terhadap peradaban. Rasa ingin tahu akan ilmu membuat seseorang tidak mudah menyerap informasi begitu saja dan mampu berpikir secara kritis.

 

3. Memberikan pemecahan masalah

Ini merupakan hal yang penting. Apabila kita membuat karya, sebaiknya bukan hanya bersemangat menuangkan ide yang ada. Akan tetapi, memberikan solusi atau mengajarkan pemecahan masalah yang dapat bermanfaat bagi orang lain. Tidak melulu dengan bahasa yang kaku, kamu bisa tetap menuliskannya dalam bentuk cerita yang tersirat.

Niatkan karyamu untuk menjadi yang terbaik. Belajar dari Ibnu Khaldun, menulis bisa membuatmu dikenal sepanjang waktu oleh dunia. Genre apapun yang dituliskan, setiap penulis selalu memiliki ciri khas tertentu yang dikenang oleh para pembacanya. Seperti yang dikatakan oleh Helvy Tiana Rosa,

“Ketika sebuah karya selesai ditulis, maka pengarang tak mati. Ia baru saja memperpanjang umurnya lagi”

Halimah/Internship Copywriter Mizanstore

Bagikan ke Sekitarmu!
Belajar Menulis dari Muqaddimah, Karya Besar Ibnu Khaldun yang Dikagumi Mark Zuckerbeg
Tag pada: