Poster film Kim Ji Young 1982

 

Rilis di bulan November 2019, film Kim Ji Young 1982 diadaptasi dari novel best seller berjudul  Kim Ji-Yeong 1982  yang ditulis oleh Cho Nam Joo. Mengangkat isu feminisme dan emansipasi wanita di Korea Selatan, buku ini menjadi salah satu novel kontroversial yang terbit di tahun 2016.

Kim Ji-Yeong Lahir 1982 menceritakan kisah hidup Kim Ji -Yeong, wanita di usia 30-an yang kehilangan kesehatan jiwanya setelah menjadi seorang ibu. Ia memiliki seorang suami bernama  Dae Hyon yang bertanggung jawab dan sangat mencintai keluarganya. Sebelum menjadi seorang ibu, Ji Young merupakan seorang wanita karier yang terpaksa harus meninggalkan kariernya karena hamil dan harus mengurus anaknya di rumah.

Sekilas semuanya tampak sempurna, anak yang lucu dan suami yang selalu mendukung dan membantunya. Namun, ternyata tidak bagi Ji Young. Ia harus merasakan berbagai tekanan dari banyak pihak, dituntut untuk menjadi wanita yang sempurna. Bisa melakukan apa saja layaknya seorang wonder woman. Sampai akhirnya Ji Young terkena depresi postpartum, masalah mental yang kerap dialami perempuan yang baru melahirkan. Berbeda dengan syndrome “baby blues”, postpartum lebih serius dan biasanya berlangsung dalam waktu yang lama. 

 

Melalui buku ini, sang penulis mencoba membuka bagaimana sulitnya jadi perempuan dalam masyarakat patriarki yang selalu lupa bahwa sebelum menjadi ibu/istri, perempuan juga manusia biasa yang bebas mengemukakan pendapatnya, mimpi dan keinginannya sendiri. 

Perempuan dituntut untuk bisa berperan dalam hal apapun, namun dalam karier dan pekerjaan seakan-akan terpaksa mendapat batasan karena hal-hal yang dianggap menjadi kewajibannya, seperti mengurus anak, suami, dan keluarga. Padahal, mengurus anak bukankah seharusnya tanggung jawab bersama yang seharusnya tidak dibebankan pada satu orang? 

Buku Kim Ji -Yeong Lahir 1982 banyak memberikan pesan mendalam yang sangat frontal dan membuka pikiran terhadap kesetaraan gender, feminisme, dan bagaimana peran wanita yang selalu dituntut untuk bisa melakukan hal apapun dan sempurna dalam memerankan perannya. 

Karena pada akhirnya, wanita dan pria adalah sama dan semuanya berhak untuk berbahagia dengan ketidaksempurnaan peran yang dimiliki. 

Awita Ekasari/Mizanstore

 

Bagikan ke Sekitarmu!
Kim Ji-Yeong Lahir 1982: Ketika Wanita Dituntut untuk Menjadi Sempurna dalam Perannya